
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Cinta itu emang jadi salah satu hal favoritnya Taylor Swift. Dari dulu, dia udah nyoba buat nulis tentang cinta dalam berbagai bentuk. Dari album pertamanya, kita semua udah ngikutin perjalanan Taylor sebagai songwriter yang ngerasain cinta, patah hati, dan semua yang terjadi di antaranya.
Lagu-lagunya Taylor tuh kayak cara paling pas buat ngadepin rasa sakit. Tapi, begitu dia ngerasain cinta yang beneran, dia langsung nulis lagu dengan ketelitian dan semangat yang sama kayak pas bikin lagu galau.
Sekarang, Taylor Swift baru aja tunangan sama Travis Kelce! Akhirnya dia ngalamin sendiri kisah cinta kayak di dongeng yang selama ini diimpi-impikan. Buat ngerayain kebahagiaan mereka, ini dia 15 lagu cinta Taylor Swift yang paling romantis!
Taylor Swift santai aja ngebiarin cinta berjalan apa adanya. Nggak semua hubungan harus bertahan selamanya. Tapi, kalau dia bisa ngasih satu permintaan terakhir, dia pengen terus menghantui ingatan mereka. Di lagu 'Wildest Dreams', dia nyanyi, 'Suatu hari nanti, waktu kamu ninggalin aku, aku yakin semua kenangan ini bakal terus ngikutin kamu'. Lagu ini nyeritain tentang cowok yang tinggi, ganteng banget, dan 'nakal' tapi tetep keren. Tapi, dia bukan orang yang tepat. Di antara semua kenangan dan bayangan masa lalu, 'Wildest Dreams' nyimpen pesan manis: lebih baik pernah mencintai dan kehilangan daripada nggak pernah sama sekali.
Waktu Taylor Swift masih remaja, momen singkat sama gebetan ternyata jadi inspirasi buat nulis lagu ini. Katanya sih, lagu ini ditulis setelah dia tampil bareng penyanyi country yang lebih senior. Isinya tentang semangat membara pengen dapetin seseorang yang nggak bisa kamu miliki. Di lagu ini juga banyak banget ciri khas Taylor: hujan badai, kembang api, dan rambut yang berantakan. Bener-bener lagu cinta yang penuh gairah dan harapan buat dapetin kisah cinta yang indah.
Di lagu 'Everything Has Changed', Taylor ngebagi hidupnya jadi 'sebelum' dan 'sesudah' momen yang mengubah segalanya: 'Yang kulihat sejak 18 jam yang lalu hanyalah mata hijau, bintik-bintik, dan senyummu. Di benakku, aku cuma pengen kenal kamu lebih jauh'. Ed Sheeran juga ikutan nyanyi tentang perasaannya, dia janji bakal ngerobohin tembok yang selama ini ngehalangin dia buat nemuin orang yang tepat. Mereka berdua ngerasa kayak ada kupu-kupu di perut dan bertanya-tanya ke mana aja orang ini selama hidup mereka. 'Balik lagi dan kasih tahu kenapa aku ngerasa kayak udah kangen kamu selama ini. Ketemu aku malam ini dan kasih tahu kalau ini semua bukan cuma ada di pikiran aku'.
Taylor Swift baru 16 tahun waktu dia tiba-tiba nulis salah satu kisah cinta paling epik sepanjang kariernya. Nggak ada pasangan yang nggak direstuin atau dinasti Amerika di sini. Tapi, lagu ini fokus ke pasangan lansia manis yang jadi tetangga Taylor. 'Aku cuma perlu pulang dan ngeliat ke sebelah rumah buat ngeliat contoh nyata dari keabadian', kata Taylor di tahun 2006. Lagu ini nyeritain gimana pasangan itu ketemu waktu kecil, jatuh cinta pas remaja, nikah, dan punya anak. Diiringi alunan gitar yang khas, dia nyanyi, 'Aku bakal 87 tahun, kamu 89 tahun. Aku bakal terus ngeliatin kamu kayak bintang yang bersinar'.
Taylor Swift ngasih kesempatan kedua di lagu yang atmosferik ini dari album 1989. Dia kayak kehabisan napas waktu nyeritain gimana rasanya nemuin cinta dan kehilangan secepat kilat. 'Dan aku bisa terus nyanyi tentang ini', katanya. Waktu masuk bagian bridge, teriakan dalam hati yang tadi dia sebutin akhirnya keluar juga. 'Ciumanmu, pipiku, aku ngeliat kamu pergi. Senyummu, bayanganku, aku berlutut. Waktu kamu masih muda, kamu cuma lari. Tapi, kamu bakal balik lagi ke apa yang kamu butuhin'. Taylor emang masih muda waktu ngerilis 1989—baru 24 tahun—tapi dia bener-bener keliatan bijak di lagu ini.
Sejak Taylor Swift ngedapetin kembali hak atas master albumnya awal tahun ini, lagu 'Mine' jadi punya makna baru. Sekarang, lagu ini nyeritain tentang Taylor yang akhirnya punya kendali atas karyanya sendiri dengan lirik 'kamu adalah hal terbaik yang pernah jadi milikku'. Tapi, semangat romantis yang menggebu-gebu di lagu ini nggak bisa dipungkiri. Siapa lagi coba yang bisa ngebayangin masa depan sama orang yang baru ditemuin? Siapa lagi yang bisa ngerangkai cerita dengan lirik kayak 'Kamu ngerubah anak perempuan baik-baik jadi pemberontak'? Cuma Taylor, si hopeless romantic yang dari dulu pengen banget nulis tentang cinta.
Waktu nulis 'Lover', Taylor Swift punya tujuan yang jelas: bikin lagu cinta abadi yang bakal diputer di pernikahan selama puluhan tahun ke depan. Di lagu ini, dia ngejanjiin bakal nerima semua 'luka dari senar gitar' yang ada di tangan pasangannya dan ngasih penghormatan ke Shakespeare. Bener-bener lagu dansa pernikahan yang romantis banget. Misi selesai!
Ada nggak sih cara yang lebih baik buat ngungkapin dalamnya cinta selain lewat lirik puitis yang diiringi bass Fender 1972 yang lembut? Buat Taylor Swift sih nggak ada. Di lagu Folklore ini, Taylor ngebuka semua ketakutan dan kekurangannya dengan harapan pengorbanannya bisa lebih besar dari itu semua. 'Semua orang mikir cinta itu cuma buat dipamerin. Tapi, aku rela mati buat kamu secara diam-diam', katanya dengan suara lirih. Meskipun Taylor udah ngasih seluruh hidupnya buat cinta ini, dia tetep aja bertanya-tanya apakah itu cukup, apalagi dia nggak bisa ngejamin kehidupan yang damai buat pasangannya. Bener-bener cinta yang bikin sadar.
Sebelum album Reputation, lagu cinta Taylor Swift kebanyakan tentang mimpi. 'Enchanted' jadi salah satu lagu cinta yang paling mitos. Dia ketemu gebetan yang bikin dia ngerasa kayak di negeri dongeng. Mereka saling ngeliat dan bertukar senyum yang bikin Taylor nggak bisa tidur semalaman. Dia bertanya-tanya apakah cowok itu udah punya pacar. Di bagian bridge, dia mohon supaya cowok itu juga pengen dia dan berharap mereka bisa ngelanjutin cerita ini suatu hari nanti. Liriknya bener-bener puncak dari era Taylor nulis lagu kayak di buku cerita, sebelum dia tumbuh dewasa dan nerima kenyataan.
Di lagu 'Cornelia Street', Taylor mohon supaya alamat apartemennya terus diasosiasiin sama rumah, bukan sama patah hati. Awalnya, dia ragu buat ngebuka diri buat cinta, terus kabur. Tapi, akhirnya dia balik lagi dan nyerah. 'Aku nyewa tempat di Cornelia Street', katanya. Tapi, dia pengen sesuatu yang lebih permanen. 'Aku harap aku nggak pernah kehilangan kamu, aku harap ini nggak pernah berakhir. Aku nggak bakal pernah jalan di Cornelia Street lagi'. Gedung lama Taylor di New York udah jadi kayak tempat ziarah buat Swifties. Di sana mereka berduka waktu hubungan Taylor sama Joe Alwyn berakhir.
Ada alasan kenapa semua berita tentang pertunangannya nyebutin 'Love Story'. Lagu Taylor yang pertama kali sukses besar dan ngebawanya dari musik country ke pop ini emang romantis banget. Single Fearless yang berani dan catchy ini adalah interpretasi ulang dari Romeo & Juliet. Kayak kebanyakan lagu cinta Taylor di awal kariernya, imajinasinya penuh dengan gaun pesta, balkon, dan sentuhan Elizabethan yang ada di mimpi remaja. Tapi, daripada berakhir dengan bunuh diri, Taylor ngeganti endingnya jadi pernikahan: dua sejoli itu akhirnya dapet restu dari ayahnya Juliet dan kabur bareng.
Waktu bikin album Reputation, Taylor Swift ngejauhin diri dari sorotan publik. Tapi, dia ngabisin banyak waktu buat mikir dan nongkrong di bar yang remang-remang. Di lagu 'Delicate', dia ngerasa nggak pede karena reputasinya yang kurang baik. Dia takut semua omongan orang bakal ngehalangin dia buat dapetin cinta yang baru. 'Keren nggak sih aku ngomong kayak gitu?', tanyanya. Taylor emang nggak pernah minta diyakinin waktu jatuh cinta secepat kilat. Pas nyampe bagian bridge, dia ngerasa nggak ada yang perlu dia takutin lagi. Jadi, dia ngebuang semua sikap 'keren' dan mulai jujur. 'Kadang-kadang, waktu aku ngeliat mata kamu, aku pura-pura kamu jadi milikku selamanya', akunya.
Meskipun kebanyakan lagu di album Folklore ada di dunia fiksi, 'Invisible String' jadi momen autobiografi yang langka. Diiringi petikan gitar, Taylor bertanya-tanya apakah ada benang emas yang ngehubungin dia sama pasangannya jauh sebelum mereka ketemu. Dia balik lagi ke masa muda mereka, waktu dia sering mimpi ketemu orang yang spesial sementara orang yang dia cintai kerja paruh waktu. Seiring berjalannya waktu, lagu ini jadi makin meta: dia dengerin lagu 'Bad Blood' di taksi dan ngirimin hadiah buat anak-anak mantannya. Tapi, di akhir lagu, dia ngebawa pasangannya ke taman yang sama kayak tempat dia dulu sering mimpi. Dia seneng karena benang itu ternyata emang ngehubungin mereka.
Lagu penutup dari album reputation ini adalah lagu cinta yang lembut dan tersembunyi di album yang seharusnya tentang balas dendam. Di lagu ini, Taylor ngelukis pesta malam tahun baru yang gemerlap buat ngegambarin cinta dan kesetiaannya. Dia nggak cuma pengen ngerasain serunya ciuman tengah malam, tapi juga janji bakal tetep ada meskipun keadaan lagi susah. (Bersihin lilin dari lantai kayu emang kedengeran berat banget sih.) Taylor nutup lagu ini dengan permohonan yang lembut: 'Tolong jangan pernah jadi orang asing yang ketawanya bisa aku kenali di mana aja'. Itu salah satu lirik Taylor yang paling rentan dan berharga.
Album Lover penuh dengan adegan intim dari sebuah hubungan: diem-diem ketemuan di West Village dan London, lampu Natal, cincin kertas. Tapi, album ini diakhiri dengan refleksi tentang gimana rasanya cinta yang sebenarnya setelah setengah hidup nulis tentang apa yang dia pengenin. 'Daylight' jadi hadiah buat semua penggemar Taylor, penuh dengan referensi cerdas tentang gimana dia ngegambarin cinta dan nafsu di masa lalu. Yang paling kentara adalah pengakuan bahwa dia 'dulu percaya cinta itu membara merah' tapi ternyata 'emas, kayak cahaya siang'. Lagu ini lembut dan tenang, diakhiri dengan epilog yang bikin sadar tentang pentingnya ngebiarin diri sendiri didefinisiin sama apa yang kamu cintai.
Si Ratu Pop udah tunangan nih! Akhirnya, dia dapet kisah cinta ala dongeng yang selama ini sering ditulis di lagunya.