counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Mariah Carey: Album Baru Ini Bikin Nagih Abis! (Tapi Gak Lebay)

24 September 2025
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Mariah Carey: Album Baru Ini Bikin Nagih Abis! (Tapi Gak Lebay)

Pada penasaran gak sih, Mariah Carey masih niat perform apa enggak? Pertanyaan ini muncul di benak para fans dan netizen setelah beberapa penampilan yang kurang maksimal. Tapi, tenang aja, guys!

Di album ke-16 nya, Here for It All, Mariah kayak kasih jawaban santuy. Dengan 11 lagu yang aman dan gak neko-neko, dia buktiin kalau suaranya masih oke banget. Dibandingin sama album Caution (2018) yang dapet banyak pujian, Here for It All ini lebih ke vibes retro, dengan lagu-lagu ballad soulful ala Motown dan lagu uptempo yang disco dan funk abis. Bahkan single andalan, "Type Dangerous," nge-sample lagunya Eric B. and Rakim yang "Eric B. Is President"… dari tahun 1986!

Mariah tetep pitch-perfect dan liriknya juga keren, walaupun mungkin hatinya lagi gak terlalu di situ. Beberapa tahun belakangan emang berat buat dia, dengan kepergian ibu dan saudara perempuannya yang deketan waktunya, ditambah lagi tuntutan hak cipta soal lagu "All I Want for Christmas Is You" (yang akhirnya ditolak), dan ya… jadi ibu dari anak kembar ABG yang lagi puber. Kalau dia lagi gak mood, ya wajar aja kan?

Di lagu "Nothing Is Impossible," Mariah kayak ngejawab semua omongan orang. Ini lagu anthem self-empowerment yang bakal bikin semangat lagi. "Gone for a while but I’m much better/Covering my eyes was so unpleasant/Ain't gonna lie, it wasn’t very nice," nyanyi dia, sebelum bilang, "I knew deep down inside that I could fly."

"My Love" adalah cover dari lagu Paul McCartney and Wings yang keren banget. Mariah nyanyiinnya dengan jujur dan lembut, tanpa drama berlebihan. Sebelumnya, Mariah juga pernah nge-sample lagu Roberta Flack "Killing Me Softly With His Song" (lewat The Fugees) buat lagu "Save the Day" di tahun 2020. "My Love" ini vibesnya sama, hangat dan santai kayak lagu-lagu R&B terbaiknya Roberta Flack, dengan chorus yang langsung nempel di kepala.

Banyak lagu di album ini yang balik ke jazz dan soul klasik. Lagu-lagunya mungkin gak bakal bikin stadion pecah, tapi cocok banget buat didengerin di piano bar atau lounge. Bayangin aja Mariah ngelepas heelsnya dan ngobrol santai sama pengunjung di lagu bluesy "In Your Feelings," yang kayak sekuel dari lagunya yang viral tahun lalu, "It’s a Wrap." Instrumentasi live dan liriknya yang kayak curhatan nyatu dalam beat 6/8 jadul. Mariah nge-scat, "I think you might be getting a little bit too in your feelings. Why do we feel so estranged?"

The Clark Sisters ikutan nyanyi di lagu "Jesus I Do" yang semangat banget. Lagu ini bisa aja jadi covernya Stephanie Mills, dengan bass line yang asik dan chorus gospel yang cocok buat revival. Mariah juga gantiin Bruno Mars di lagu "Play This Song" ala Silk Sonic bareng Anderson .Paak, tapi sayangnya gak se-playful atau se-nempel yang dibayangin.

Mariah lebih oke di lagu "I Won’t Allow It," yang groovenya disco-funk abis. Di lagu ini, dia kayak nantangin seseorang (pacar atau rival?) buat ngalahin dia lagi. Liriknya juga keren banget, nyebutin brand skincare dengan cara yang nyindir abis: "So whatchu gonna do when your face all broke… can’t obtain any accutane? Should’ve been more Proactiv."

Lirik Mariah emang selalu cerdas. Di lagu pembuka album, "Mi," dia nunjukkin persona publiknya yang over-the-top sambil ngingetin kita sama album Emancipation of Mimi (2005). "I’m a D-I-V-A that’s MC," nyanyi dia di lagu R&B elektro ini. "Harry Winston diamonds and some Louis XIII – I ain’t check the price since Emancipation me."

Single "Type Dangerous" dan "Sugar Sweet" emang paling radio-friendly di album ini. Sementara lagu "Confetti and Champagne" adalah lagu R&B alternatif yang cocok buat nemenin perjalanan Uber XL pas mau dugem.

Vokal Mariah di album ini lebih terukur. Lagu penutup album, "Here For It All," adalah lagu ballad Mariah yang kita semua tunggu-tunggu. Ini juga lagu yang paling emosional di album ini. Akhirnya Mariah lepasin semua emosinya dan janji buat selalu ada buat orang yang dia sayang, walaupun banyak hal yang gak pengen dia inget lagi: "things I don’t care to recall."

Not-not tinggi baru muncul di akhir lagu, tapi tetep aja gak se-nampol "We Belong Together" atau "Heavenly (No Ways Tired/Can’t Give Up Now)" dari album Me. I Am Mariah… The Elusive Chanteuse (2014).

Dibandingin sama album-album Mariah lainnya, "Here for It All" ini kerasa lebih santai. Tapi, album ini juga kayaknya emang album yang harus Mariah bikin setelah 35 tahun berkarier. Setelah puluhan tahun nyanyi sampe maksimal dan curhat di atas panggung, akhirnya Mariah kerasa lebih tenang. Kalau ada yang nanya Mariah masih pengen perform apa enggak, album ini kayak bilang kalau dia udah capek jadi performatif. Semua lagu di album ini kerasa kayak ditulis bareng temen-temen lama buat seru-seruan atau nostalgia aja, bukan buat ngejar tangga lagu. Hasilnya adalah kumpulan lagu yang jujur dan nunjukkin siapa dia sebenarnya saat ini.

"Here for It All" buktiin kalau suara Mariah masih ada dan kuat kayak dulu, tapi ini album dia dan dia bebas mau nge-belt apa enggak. Dan kalau dia mau istirahat panjang, album ini udah cukup buat bikin kita kangen sama dia sampe si Butterfly ini balik lagi. Kalau ini satu-satunya musik dari Mariah Carey dalam waktu dekat, anggap aja "Here for It All" ini sebagai victory lap yang pantas dia dapetin.

Ringkasan

Di album ke-16 yang udah lama banget ditunggu, Mariah Carey nunjukkin kualitas vokalnya yang masih cetar membahana tanpa perlu drama berlebihan. Dijamin bikin playlist makin kece!

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru