
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Mark, mantan anggota grup K-pop NCT, memohon maaf atas kemunculannya menggunakan pakaian berbintang Konfederasi di media sosial.
Pertengahan pekan lalu, agensi baru Mark, Upper Room, mengeluarkan pernyataan di medsos untuk meminta maaf kepada penggemar yang mungkin merasa terluka atau kecewa atas foto tersebut.
'Kami ingin meminta maaf atas kekhawatiran, ketidaknyamanan dan kekecewaan yang disebabkan oleh baju vintage yang terlihat di foto yang baru-baru ini dibagikan,' kata Upper Room dalam pernyataan yang ditulis dalam Bahasa Inggris.
Foto Mark yang menggunakan bintang Konfederasi tersebut muncul di media sosial dan menyebabkan kontroversi setelah diketahui merupakan simbol yang dipakai oleh Negara Bagian Konfederasi selama Perang Saudara Amerika. Simbol ini dipahami sebagai tanda perlawanan terhadap perbudakan dan ketidaksetaraan rasial.
Upper Room mengatakan pakaian itu dipilih secara acak dan tidak diketahui oleh Mark bahwa itu merupakan simbol yang sensitif. Mereka juga mengaku telah membuat upaya untuk memastikan simbol itu tidak muncul dalam konten resmi, tetapi sebuah foto lagi yang menampilkan desain itu dibagikan dan menyebabkan kemarahan di kalangan penggemar.
Menurut Upper Room, Mark dan agensi tidak mendukung rasisme, kebencian, diskriminasi atau bentuk intoleransi apapun.
'Terlepas dari niat, kami mengakui bahwa masalah ini seharusnya telah ditangani dengan lebih hati-hati dan peduli,' kata pernyataan itu. 'Kami mengambil tanggung jawab penuh atas kesalahan ini.'
Upper Room juga mengucapkan terima kasih kepada mereka yang mengungkapkan kepedulian dan mengatakan akan memperkuat proses review internal mereka mengenai seleksi pakaian dan persetujuan konten untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Mark membuat debut sebagai anggota NCT pada tahun 2016 dan aktif dalam berbagai subunit, termasuk NCT 127, NCT Dream dan NCT U. Pada bulan April, dia meninggalkan SM Entertainment dan menghentikan semua aktivitas terkait NCT. Dia meluncurkan perusahaan kreatif sendiri, Upper Room, pada awal Juni.
Mark, mantan anggota grup K-pop NCT, memohon maaf atas kemunculannya menggunakan pakaian berbintang Konfederasi. Pakaian itu dipahami sebagai simbol supremasi kulit putih di Amerika Serikat dan menyebabkan keributan di kalangan penggemar.