counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Mark Minta Maaf atas Kontroversi Jaket Bintang Konfederasi

24 Juni 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Mark Minta Maaf atas Kontroversi Jaket Bintang Konfederasi

Mark, mantan anggota grup K-pop NCT, telah mengalami kontroversi yang signifikan akhir-akhir ini. Kontroversi ini muncul ketika foto-foto Mark mengenakan jaket dengan bintang Konfederasi mulai beredar di media sosial. Simbol bintang Konfederasi telah terbukti menjadi salah satu simbol kekerasan rasial di Amerika Serikat dan telah digunakan oleh beberapa kelompok ekstremis di seluruh dunia.

Saat ini, Mark telah mengeluarkan permintaan maaf melalui pernyataan yang dirilis oleh agensi barunya, Upper Room, di media sosial. Pernyataan tersebut berisi kutipan bahwa Mark dan timnya ingin mengucapkan permintaan maaf atas keberatan, kecemasan, dan kesedihan yang disebabkan oleh jaket itu.

Kontroversi ini muncul setelah Mark baru saja membentuk agensi barunya, Upper Room, yang dikatakan akan berfokus pada pengembangan karir Mark sebagai artis solo. Namun, kontroversi ini telah memicu reaksi keras dari fans dan penonton di media sosial. Mereka meminta Mark untuk memahami arti simbol bintang Konfederasi dan berapa banyak korban yang telah menderita kekerasan rasial.

Upper Room juga mengatakan bahwa mereka tidak mendukung kekerasan rasial dan diskriminasi dalam bentuk apapun. Mereka berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi Mark dan timnya untuk lebih berhati-hati dalam memilih kostum dan pakaian yang akan dipakai.

Komisi Pelindung Hak Atas Kekerasan Rasial Amerika Serikat (US Commission on Civil Rights) telah mengakui bahwa bintang Konfederasi telah terbukti menjadi salah satu simbol kekerasan rasial di Amerika Serikat. Bintang Konfederasi telah digunakan oleh beberapa kelompok ekstremis untuk mempromosikan kekerasan rasial dan diskriminasi.

Pada tahun 2020, Amerika Serikat melalui Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, telah melepaskan bintang Konfederasi dari monumen nasional, namun, hal itu tidak menjelaskan apakah mark telah mengambil contoh dari presiden tersebut.

Upper Room juga mengatakan bahwa mereka akan memperkuat proses review internalnya untuk memastikan bahwa kostum dan pakaian yang dipakai oleh Mark dan timnya tidak akan lagi membuat kejadian serupa terjadi di masa depan.

Ringkasan

Mark, mantan anggota grup K-pop NCT, minta maaf atas kontroversi yang muncul karena dia mengenakan jaket dengan bintang Konfederasi, salah satu simbol kekerasan rasial di Amerika Serikat. Mark berharap keputusannya untuk mengenakan jaket tersebut tidak membuat fansnya merasa terluka atau kecewa.

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru