
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Band shoegaze legendaris, My Bloody Valentine, baru-baru ini ikutan gerakan "No Music for Genocide" ๐ซ๐ฎ๐ฑ. Mereka nge-blokir musiknya dari platform streaming di Israel. Gokil! Denzel Curry, Shygirl, dan Saba juga officially join campaign ini, yang sekarang udah didukung lebih dari 1000 artis dan label rekaman.๐ฑ
Menurut campaign "No Music for Genocide", aksi ini adalah bentuk protes terhadap "genocide di Gaza, pembersihan etnis di Tepi Barat, apartheid di Israel, dan penindasan politik terhadap pendukung Palestina di seluruh dunia." Ini cuma salah satu dari sekian banyak gerakan serupa di dunia hiburan. ๐ฌ
"No Music for Genocide" sendiri udah dimulai sejak September lalu dengan ratusan pendukung awal, termasuk Massive Attack, Kneecap, Fontaines D.C., Rina Sawayama, dan Japanese Breakfast. Lorde, Paramore dan Hayley Williams, Bjรถrk, IDLES, MUNA, dan ratusan artis lainnya juga udah ikutan campaign ini.๐
Press release terbaru menekankan pentingnya kerjasama dari label rekaman. Paul Weller dan Massive Attack akhirnya dapet "persetujuan geo-block yang udah lama ditunggu-tunggu" dari Warner dan Universal.๐ฅณ
Buat yang pengen tau lebih lanjut tentang "No Music for Genocide", bisa langsung cek website resminya ya! Bulan lalu, acara penggalangan dana di New York berhasil ngumpulin $7,090, yang semuanya disumbangin buat program bantuan di Gaza dan Tepi Barat. Mantap! ๐
My Bloody Valentine sendiri baru aja comeback dengan konser pertama mereka dalam tujuh tahun terakhir pada hari Rabu, 19 November lalu, sebelum konser-konser mereka di Irlandia dan Inggris. Februari nanti, mereka bakal main di Jepang juga. ๐ฏ๐ต
Gak cuma My Bloody Valentine! Denzel Curry, Shygirl, dan Saba juga ikutan campaign blokir musik mereka di Israel. Ada apa nih? ๐ค