
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Lima tahun terakhir, Pemerintah Amerika Serikat dibawah kepemimpinan Presiden Donald Trump telah melakukan sebuah tindakan kontroversial di mana mereka menggunakan lagu-lagu musisi tanpa izin, yang kemudian menyebabkan para musisi tersebut sangat marah. Seperti yang terjadi pada beberapa minggu lalu ketika musisi asal Amerika Serikat, Noah Kahan mengecam keras Pemerintah Trump karena telah menggunakan lagu "American Cars" miliknya sebagai soundtrack untuk foto-foto Presiden Trump saat mengunjungi General Motors' flagship test site di Michigan. Hal ini tidak saja disalahkan oleh Noah Kahan, tapi juga oleh beberapa musisi lain yang memiliki pengalaman serupa.
Ketika foto-foto Presiden Trump di General Motors' flagship test site diunggah di akun instagram resmi Pemerintah Amerika Serikat, para pengguna akun itu langsung menyadari bahwa lagu yang digunakan adalah milik Noah Kahan sendiri. Hal ini kemudian menimbulkan emosi pada Noah Kahan dan dia langsung menyampaikan kekecewaannya kepada para pengikutnya melalui media sosialnya dengan menulis: 'Aku tidak akan pernah membenarkan penggunaan lagu milikku untuk mendukung Pemerintahan Trump. Hal ini sangat tidak pantas dan aku sangat menyesal bahwa hal ini terjadi pada waktu yang tepat.'
Penggunaan lagu milik musisi lain oleh Pemerintah Trump ini sudah bukanlah hal yang baru. Sepertinya, mereka telah menggunakan lagu-lagu musisi untuk mendukung kebijakan atau tindakan mereka, tanpa meminta izin kepada musisi atau menghargai hak cipta milik mereka. Hal ini sangat disayangkan, karena hal ini dapat berdampak pada reputasi Pemerintah Trump sendiri dan juga dapat menyinggung perasaan musisi yang terdampak. Musisi seperti Noah Kahan, Katy Perry, dan Ariana Grande telah mengecam keras tindakan Pemerintah Trump ini dan menuntut agar mereka tidak lagi menggunakan lagu mereka sebagai soundtrack untuk video atau foto-foto resmi.
Pemerintah Trump telah melakukan banyak hal yang salah dalam beberapa tahun terakhir ini. Mulai dari menggunakaan lagu musisi tanpa izin, penggunaan kekuasaan untuk mendukung kebijakan atau tindakan yang tidak ad ilmiah, dan penggunaan kekuasaan untuk menindas orang-orang yang tidak sependapat dengan mereka. Semua hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah Trump tidak memiliki integritas dan tidak peduli dengan kepentingan atau hak-hak masyarakatnya.
Pembatalan penggunaan lagu Noah Kahan adalah sebuah langkah kecil yang dapat membantu mengubah kebijakan Pemerintah Trump. Namun, hal ini tidak berarti bahwa Pemerintah Trump akan langsung berubah menjadi lebih baik. Mereka harus dihadapkan pada konsekuensi dari tindakan mereka dan harus diambil tindakan untuk menyelamatkan reputasi mereka. Musisi atau organisasi yang terdampak harus terus berjuang untuk melindungi hak-hak mereka dan melawan tindakan yang tidak adil. Hanya dengan perjuangan bersama yang keras, kita dapat menciptakan perubahan positif dan membuat Pemerintah Trump menyesali tindakan mereka.
Ternyata, Pemerintah Trump tidak pernah meminta izin ke musisi sebelum menggunakan lagu-lagu mereka. Mereka menggunakan lagu-lagu musisi tanpa izin tersebut sebagai soundtrack untuk video atau foto-foto resmi. Hal ini sangat disayangkan karena hal ini dapat berdampak pada reputasi Pemerintah Trump sendiri dan juga dapat menyinggung perasaan musisi yang terdampak.
Pembatalan penggunaan lagu Noah Kahan adalah sebuah contoh nyata bahwa musisi atau organisasi yang terdampak harus terus berjuang untuk melindungi hak-hak mereka dan melawan tindakan yang tidak adil. Dengan perjuangan bersama yang keras, kita dapat menciptakan perubahan positif dan membuat Pemerintah Trump menyesali tindakan mereka.
Pemerintah Trump disalahkan menggunakan lagu "American Cars" milik Noah Kahan sebagai soundtrack untuk foto-foto Presiden Trump