
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Pendiri grup ARrC, Doha, telah berbagi perasaan yang menyedihkan setelah keluarnya grup tersebut. Fans khawatir dan marah atas keputusan ini.
Faktanya, ARrC debut di bulan Agustus 2024 sebagai grup dengan tujuh anggota, serta meraih kesuksesan dengan mini album pertamanya, AR^C. Namun, grup tersebut mengalami dua kali pergantian anggota, yang terakhir yaitu pada bulan November 2025, dengan rilis singel Skiid.
Pihak ARrC kemudian mengumumkan keluarnya grup dalam bulan Juni 2026, mengejutkan para penggemar. Fans juga marah dengan cara kelompok ini diurus oleh agensinya, serta sifatnya yang mendadak.
Setelah pembatalan debutnya, Doha kemudian membagikan postingan Instagram yang berisi layar hitam dan teks "Sayaidakirasa saya tidak bisa menjadi idol lagi, baik saya mau maupun tidak. Maaf.", yang meninggalkan fans dalam keadaan terkejut.
Kemudian, postingan tersebut juga diposting di X, tempat fans menunjukkan kekhawatiran dan kemarahan terhadap ton yang disampaikan Doha.
"Saya tidak percaya???? Dan dia telah menghapus semua postingannya???? Hmm????", tulis penggemar di X, berikut postingan foto dari Doha yang sedang berpose.
Para fans juga sangat marah terhadap agensi mereka, menyebutnya dalam hashtag #MysticStoryKamukutu ini.
"Mystic Story, Anda akan menanggung akibat dari tindakan ini", tulis penggemar Doha.
Tidak sedikit pula penggemar yang menghimbau Doha untuk tidak menyerah. "Don't give up, aint he 08?? Dia masih memiliki banyak kesempatan", tulis penggemar.
Semua ini terjadi di sebuah grup yang baru saja berakhir setelah debut pada bulan Agustus 2024.
Grup yang awalnya meraih kesuksesan dengan mini album AR^C dan singel Skiid ini sekarang telah berpisah. Fans khawatir tentang masa depan mereka.
'Sayaidakirasa Saya tidak bisa menjadi idol lagi, baik saya mau maupun tidak. Maaf.', tulis Doha.
Dengan demikian, perasaan yang ditunjukkan oleh Doha dan reaksi dari fans membuat kita bertanya-tanya tentang masa depan musik Indonesia.

Fans khawatir dan marah