
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Pengumuman BTS untuk tidak mengirimkan musik ke Grammy Awards tahun depan telah memicu reaksi hangat dari para penggemar dan industri musik. Penggemar BTS, yang dikenal sebagai Army, telah menanggapi dengan mendukung lagu 'Aliens' di tangga lagu iTunes di 78 wilayah ini minggu, beberapa bulan setelah rilis album kelima mereka 'Arirang'. Banyak orang melihat keputusan ini sebagai protes terhadap kategori baru Akademi Perekaman untuk penampilan musik pop Asia terbaik. Kategori ini telah dikritik sebagai upaya untuk memisahkan musisi Asia dari kategori utama dan membatasi peluang mereka untuk memenangkan penghargaan.
Menurut Hong Seok-kyeong, seorang profesor komunikasi di Universitas Nasional Seoul yang melakukan penelitian tentang Hallyu, keputusan BTS ini merupakan contoh 'penarikan otoritas'. Ia menyatakan bahwa penghargaan seperti Grammy memberikan otoritas dan memproduksi efek hegemonik, tetapi efek ini tidak berjalan berdasarkan kekuatan, melainkan berdasarkan persetujuan yang diberikan secara sukarela. Dalam konteks ini, BTS telah menarik persetujuan mereka terhadap otoritas Grammy. Hal ini menunjukkan bahwa K-pop telah berkembang ke titik di mana mereka tidak lagi memerlukan pengakuan dari industri musik Barat untuk memvalidasi kesuksesan mereka.
Zeena Koda, seorang anggota Akademi Perekaman yang terlibat dalam pembentukan kategori baru ini, menyatakan bahwa kategori ini tidak dirancang dengan BTS dalam pikiran. Menurutnya, kategori ini dibuat untuk memberikan visibilitas dan pengakuan kepada artis yang kurang dikenal dan membutuhkan dukungan. Namun, keputusan BTS untuk tidak mengirimkan musik ke Grammy telah menimbulkan kontroversi dan perdebatan tentang efektifitas kategori ini dalam mempromosikan musik Asia.
Sementara itu, CEO Akademi Perekaman telah mengeluarkan pernyataan untuk mengklarifikasi bahwa pengajuan ke kategori genre tidak menghalangi artis untuk juga mengajukan diri ke kategori umum seperti Rekaman Tahun Ini, Album Tahun Ini, dan Lagu Tahun Ini. Namun, perdebatan tentang kategori dan sistem voting Grammy terus berlanjut. Banyak artis dan penggemar yang mempertanyakan ketepatan dan kesetaraan dalam proses seleksi dan voting yang dilakukan oleh sekitar 15.000 anggota voting.
Di luar kontroversi seputar Grammy, BTS juga telah memicu perhatian dengan keputusan mereka untuk fokus pada basis penggemar mereka sendiri dan mengabaikan pengakuan dari industri musik Barat. Hal ini menunjukkan pergeseran dalam strategi pemasaran dan distribusi musik, di mana artis lebih memilih untuk membangun basis penggemar yang setia dan kuat daripada mengharapkan pengakuan dari industri. Dengan demikian, BTS telah membuka jalan baru bagi artis lain untuk mempertanyakan otoritas tradisional dalam industri musik dan membangun jalur mereka sendiri menuju kesuksesan.
Perdebatan seputar Grammy dan keputusan BTS juga menimbulkan pertanyaan tentang masa depan industri musik dan cara penghargaan diberikan. Dengan meningkatnya popularitas platform streaming dan media sosial, definisi 'kesuksesan' dalam musik mulai bergeser. Artis kini memiliki kemampuan untuk langsung terhubung dengan penggemar mereka dan membangun basis penggemar yang kuat tanpa harus bergantung pada pengakuan dari industri. Hal ini membuka kemungkinan bagi sistem penghargaan baru yang lebih transparan dan berbasis pada interaksi langsung antara artis dan penggemar.
Di Korea Selatan, sebuah festival dan program penghargaan baru yang disebut Fanomenon telah diumumkan. Acara ini berencana untuk menggunakan data penelitian yang detail untuk menentukan pemenang, bukan melalui voting. Sistem ini diyakini dapat memberikan pengakuan yang lebih adil dan akurat terhadap artis berdasarkan popularitas dan interaksi mereka dengan penggemar. Meskipun metode ini juga memiliki kelemahan, seperti potensi mengubah passion penggemar menjadi kompetisi, Fanomenon dapat menjadi salah satu contoh dari upaya untuk menciptakan sistem penghargaan yang lebih modern dan relevan dengan perubahan dalam industri musik.
Untuk menjaga otoritas mereka, lembaga seperti Akademi Perekaman perlu terus beradaptasi dengan perubahan dalam teknologi, dinamika penggemar, dan cara musik dikonsumsi. Keputusan BTS untuk meninggalkan Grammy menunjukkan bahwa otoritas tidak lagi diberikan secara otomatis berdasarkan sejarah atau tradisi, melainkan harus diperbarui dan dipertahankan melalui konsent yang terus-menerus dari artis dan penggemar. Dalam konteks ini, perdebatan seputar Grammy dan keputusan BTS membuka jalan bagi diskusi yang lebih luas tentang masa depan industri musik dan bagaimana penghargaan seharusnya diberikan.
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah bahwa K-pop, sebagai fenomena global, telah berkembang menjadi sebuah industri yang mandiri dan kuat. Dengan basis penggemar yang luas dan setia, artis K-pop seperti BTS dapat memilih untuk tidak terikat pada sistem penghargaan tradisional dan membangun jalur mereka sendiri. Ini menunjukkan pergeseran dalam pusat kekuasaan dalam industri musik, di mana artis dari Asia, terutama Korea Selatan, mulai memainkan peran yang lebih besar dan berpengaruh dalam kancah musik global.
Dalam beberapa tahun terakhir, K-pop telah berhasil menembus pasar global dan memperoleh pengakuan dari audiens di seluruh dunia. Melalui penggunaan media sosial, platform streaming, dan strategi pemasaran yang efektif, artis K-pop telah berhasil membangun basis penggemar yang kuat dan setia. Hal ini juga memungkinkan mereka untuk mempertanyakan dan memperbarui sistem penghargaan tradisional, membuka jalan bagi bentuk pengakuan yang lebih beragam dan inklusif.
Pengumuman BTS untuk tidak mengirimkan musik ke Grammy Awards tahun depan telah memicu reaksi hangat dari para penggemar dan industri musik. Penggemar BTS, yang dikenal sebagai Army, telah menanggapi dengan mendukung lagu "Aliens" di tangga lagu iTunes di 78 wilayah ini minggu, beberapa bulan setelah rilis album kelima mereka 'Arirang'. Banyak orang melihat keputusan ini sebagai protes terhadap kategori baru Akademi Perekaman untuk penampilan musik pop Asia terbaik.