counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Penyataan Presiden Tentang Upah Mengupas Bawang, Jadi Bahan Sindiran

15 Agustus 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Penyataan Presiden Tentang Upah Mengupas Bawang, Jadi Bahan Sindiran

Presiden RI Prabowo Subianto baru-baru ini menyampaikan tentang upah mengupas bawang yang sangat tinggi, yaitu sekitar Rp 700 ribu per kilogram. Ia bahkan menampilkan orang tersebut, yakni seorang ibu-ibu yang bernama Susanah dari Kabupaten Bogor, sebagai contoh dari buruh harian pengupas bawang yang mendapatkan upah tersebut.

Menurut informasi yang diterima, Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya di Sidang Tahunan dan Sidang Bersama MPR, DPR, DPD RI di Senayan, Jakarta, Jum'at (14/8/2026). Ia menyebutkan bahwa ibu-ibu tersebut bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp 700 ribu per kilogram.

Terkait hal ini, banyak orang yang menjadi pertanyaan dan bahkan sindiran. Ada yang menanyakan dimana lowongan pekerjaan tersebut, hingga pada hal itu tidak masuk akal. Bukan hanya itu saja, para petani juga menyindir tentang hal itu. Petani memanen bawang dengan waktu 3-4 bulan, mulai dari menanam, memupuk, merawat, hingga pada memanen. Mereka hanya menerima bayaran dari hasil penjualan bawang sekitar Rp 22-40 ribu per kilogramnya.

Bahkan ada juga petani yang berencana akan meninggalkan pekerjaan sebagai petani bawang dan beralih untuk kerja sebagai "pengupas bawang". Hal ini membuktikan tidak adanya lowongan pekerjaan tersebut dan membuat petani kesulitan untuk mencari pekerjaan

Tentang pernyataan presiden ini akhirnya diluruskan Komdigi RI. Dalam artikel berita yang diunggah di Website Komdigi, sosok Susanah yang disebutkan Presiden Prabowo dalam Pidato Kenegaraan bukan sebagai pengupas bawang. Ia sebenarnya bekerja sebagai penjahit kain majun di Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi ia menerima upah sekitar Rp 700 ribu per kilogram kain yang diajahit.

Perempuan yang bernama Susanah itu diketahui bekerja serabutan. Ia menerima Rp 31.500 dari hasil mengupas 45 kg bawang. Ia menyebut satu kilogramnya dihargai Rp 700, sehingga total yang diterimanya Rp 31.500. Ia juga mengatakan pekerjaan tersebut tidak tersedia setiap hari karena bergantung pada orang yang panen bawang.

Bahkan banyak warganet yang menyindir presiden RI Prabowo Subianto dengan berbagai video yang diunggah ke media sosial dan menjadi bahan candaan. Mereka menanyakan mengapa pekerjaan tersebut tidak tersedia setiap hari dan bagaimana mungkin bisa mendapatkan upah yang sangat tinggi seperti itu.

Perlu diketahui bahwa Prabowo Subianto sudah menyampaikan pidato selama hampir dua jam. Durasi panjang tersebut membuat kemungkinan salah ucap atau keseleo lidah saat menyebut satu nominal menjadi sangat mungkin terjadi. Bahkan menjelang akhir pidato, Presiden sempat menyebut waktu sudah menunjukkan pukul 11.40 WIB.

Faktanya, para petani yang bekerja keras dari pagi hingga siang hanya menerima upah sangat rendah, sekitar Rp 22-40 ribu per kilogram bawang yang mereka panen. Hal ini tidak sebanding dengan upah yang diumumkan oleh presiden dan bahkan membuat para petani kesulitan untuk mencari pekerjaan.

Ringkasan

Penyataan Presiden Tentang Upah Mengupas Bawang, Jadi Bahan Sindiran  arasynews.com

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru