
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Setelah merilis seri konser di Madison Square Garden yang membawa nostalgia ke era 90-an, band jam Phish telah membuat rekor 'bust out' terbesar dalam sejarah mereka di Fenway Park, Boston. Mereka membawakan lagu 'Melt the Guns' milik XTC untuk pertama kalinya sejak 1987. Ini menandai momen spesial bagi penggemar dan memperkuat posisi Phish sebagai salah satu band jam paling beragam dan dinamis dalam industri musik.
Peristiwa ini terjadi di tengah-tengah konser mereka di Fenway Park, ketika Trey Anastasio memulai lagu 'Melt the Guns' yang kemudian berkembang menjadi jam selama 15 menit. Ini tidak hanya menunjukkan kemampuan band dalam memainkan lagu-lagu lawas, tetapi juga memberikan pengalaman unik bagi penonton yang hadir. Menurut Phish.net, 'Melt the Guns' merupakan lagu yang paling lama tidak dimainkan oleh Phish, dengan jarak waktu 2.051 pertunjukan sejak pertama kali dimainkan pada 29 April 1987.
Rekor 'bust out' ini bukanlah yang pertama bagi Phish. Sebelumnya, mereka telah memecahkan rekor dengan membawakan 'Cold as Ice' milik Foreigner setelah 1.468 pertunjukan. Namun, 'Melt the Guns' menempati posisi tertinggi dalam daftar 'bust out' Phish, menunjukkan dedikasi band untuk terus memberikan pengalaman musik yang segar dan menarik bagi penggemar. Ini juga menunjukkan kemampuan Phish dalam menggali kembali lagu-lagu lawas dan menghidupkannya kembali dengan gaya yang unik.
Perjalanan musik Phish selama lebih dari 40 tahun telah membawa mereka untuk terus mengeksplorasi dan memperbarui lagu-lagu dalam repertoar mereka. Dalam konser-konser terakhir, termasuk seri di Madison Square Garden, Phish membawa penonton dalam perjalanan musik waktu, merayakan era 90-an dengan membawakan lagu-lagu ikonik dan menghidupkan kembali kenangan bagi penggemar lama. Konser-konser tersebut juga menampilkan 'Big Ball Jam', 'Suspicious Minds' milik Elvis Presley, 'Highway to Hell' milik AC/DC, 'Purple Rain' milik Prince, dan 'Johnny B. Goode' milik Chuck Berry, menunjukkan keragaman dan kedalaman repertoar mereka.
Tour musim panas Phish akan berlanjut di Fenway Park sebelum mereka mengakhiri tur dengan tiga konser di Dick's Sporting Goods Park, Denver, selama akhir pekan Hari Buruh. Ini menandai akhir dari babak baru dalam perjalanan Phish, tetapi dengan dedikasi mereka untuk inovasi dan koneksi dengan penggemar, tidak diragukan bahwa band ini akan terus membuat sejarah dan menciptakan kenangan yang tak terlupakan bagi penonton mereka.
Phish terus membuktikan diri sebagai salah satu band yang paling dinamis dan kreatif dalam industri musik, dengan kemampuan unik untuk membawa penonton dalam perjalanan melalui waktu dan genre. Dengan 'Melt the Guns', mereka tidak hanya membuat rekor, tetapi juga mengingatkan penggemar tentang kekuatan musik untuk menghubungkan masa lalu dan masa kini, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan dan memperkuat ikatan antara band dan penggemar.
Menjelang akhir tur musim panas mereka, Phish meninggalkan jejak yang mendalam dalam dunia musik, tidak hanya dengan rekor 'bust out' mereka, tetapi juga dengan komitmen untuk terus berkembang dan berinovasi. Ini adalah bukti bahwa Phish bukan hanya sebuah band, tetapi sebuah komunitas yang terus tumbuh dan berkembang, terhubung oleh cinta dan apresiasi terhadap musik yang otentik dan dinamis.
Setelah nostalgia MSG, band jam memecahkan rekor 'bust out' terbesar di Phistory