counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

The Jansen Rilis 5 Video Lirik 'Banal Semakin Binal': Nostalgia Punk Rock yang Gak Basi!

17 November 2025
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
The Jansen Rilis 5 Video Lirik 'Banal Semakin Binal': Nostalgia Punk Rock yang Gak Basi!

Wih, ada kabar seru nih dari The Jansen! Band punk asal Bogor ini lagi jadi omongan karena album baru mereka, 'Durja Bersahaja', yang makin mengukuhkan mereka sebagai band punk paling keren di Indonesia. Tapi, tau gak sih? Mereka tiba-tiba aja nostalgia dengan ngerilis lima video lirik dari album 'Banal Semakin Binal' yang dulu sempet jadi gebrakan di dunia punk rock Indonesia. Album ini nunjukkin kalo musik punk itu gak cuma urusan berontak, tapi juga bisa nyentuh kehidupan sehari-hari.

Jadi, buat lo yang penasaran, The Jansen bakal ngerilis video lirik ini bareng KithLabo secara berkala. Catet tanggalnya ya: 'Planetarium' (14 November 2025), 'Kau Pemeran Utama di Sebuah Opera' (28 November 2025), 'Ku Bukan Mesin Lotremu' (12 Desember 2025), 'Berkelana dalam Ruang dan Mimpi' (9 Januari 2026), dan 'Langit Tak Seharusnya Biru' (23 Januari 2026). Lo bisa langsung tonton di channel YouTube The Jansen!

Menurut Tata, vokalis sekaligus gitaris The Jansen, ini bukan langkah mundur. Justru ini adalah perayaan 10 tahun perjalanan mereka dan ngasih napas baru buat lagu-lagu lama yang dulu cuma bisa didengerin. Tata percaya setiap lagu punya jalannya masing-masing setelah dirilis. Mungkin dulu belum waktunya, tapi sekarang karya-karya itu punya kesempatan buat bersinar.

Proyek 'visual anthology' ini nunjukkin estetika The Jansen secara keseluruhan. Gak cuma sebagai band, tapi juga sebagai entitas yang punya pandangan sendiri tentang seni. Kelima video lirik ini adalah gabungan dari eksperimen musik, nostalgia, dan interpretasi ulang yang sengaja beda dari video lirik biasanya.

Adji Pamungkas, bassist dan penulis lirik The Jansen, bilang kalo sekarang mereka bisa ngerjain hal-hal yang dulu gak sempet dikerjain. Dulu pas album 'Banal' keluar, mereka belum paham strategi dan cara ngejaga karya lewat visual. Nah, sekarang mereka punya kesempatan buat itu!

Dalam proyek ini, The Jansen menggandeng tiga sutradara kece: Robby Wahyudi Onggo alias Robonggo (yang ngerjain 'Planetarium' dan 'Kau Pemeran Utama di Sebuah Opera') dengan gaya vintage lo-fi yang khas, Yustinus Kristianto alias Iyus yang membawa visual dua lagu 'Ku Bukan Mesin Lotremu' dan 'Berkelana dalam Ruang dan Mimpi' ke era nostalgia 2000-an dengan sentuhan grafis dan budaya internet, dan Badrus Zeman, vokalis Lorjhu' sekaligus dosen film IKJ, yang mengeksekusi 'Langit Tak Seharusnya Biru' dengan kamera 8 mm yang bikin kita nostalgia sama era kejayaan seluloid. Ketiga sutradara ini punya cara yang beda-beda dalam nerjemahin lagu-lagu The Jansen jadi visual yang keren!

Ringkasan

The Jansen gak berhenti bikin kejutan! Di tengah album baru 'Durja Bersahaja' yang lagi hits, mereka malah balik ke album lama 'Banal Semakin Binal'. Kenapa? Ini dia cerita lengkapnya!

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru