
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Korea's cultural heritage is finding new life beyond museums and historic sites. Sejarah, lisan rakyat, dan tradisi menjadi mesin kreatif utama di belakang ekspansi budaya pop Korea ke seluruh dunia. K-pop, film, drama, dan game membawa masa lalu negara ke penggemar di seluruh dunia.
Berdasarkan pengalaman BTS dan Blackpink, artistik K-pop saat ini mulai menampilkan budaya Korea secara lebih kompleks dan mendalam. Mereka menggunakan latar belakang, kostum, dan bahkan bahasa Korea dalam karya-karya mereka. K-pop menjadi platform yang ideal untuk mempromosikan warisan budaya Korea ke seluruh dunia.
BTS telah menjadi contoh ini. Mereka telah menggunakan tradisi Korea dalam lagu-lagu mereka, termasuk lagu "Idol" yang menggunakan irama samulnori. Mereka juga mengadakan konser di depan bangunan historis Gyeongbokgung dan Sungnyemun.
Blackpink juga telah menampilkan tradisi Korea dalam karya-karya mereka. Mereka menggunakan dekorasi tradisional Korea, termasuk motif "hoemun" pada video musik "Go". Blackpink juga telah menampilkan lagu "Pink Venom" yang menggunakan alat musik tradisional Korea.
Bahkan Jennie dari Blackpink juga telah menampilkan tradisi Korea dalam karya-karyanya. Ia telah menggunakan kostum inspirasi dari bangunan historis Bulguksa untuk penampilannya solo "Zen" di penghargaan musik tahunan Melon.
Korea's cultural heritage is finding new life beyond museums and historic sites. As history, folklore and tradition become a key creative engine behind Korean pop culture's global expansion, K-pop, films, dramas and games are bringing the nation's past to audiences around the world.