
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Cortis' label, yang juga merupakan rumah bagi boy group tersebut, berikrar untuk mengambil sikap tegas terhadap "fans" yang menginvasi privasi dan mengganggu keselamatan anggota grup musik.
Lebih lanjut, label tersebut mengumumkan melalui platform fan bahwa mereka telah mengajukan gugatan hukum terhadap mereka yang telah mengubah dan membagikan foto-foto artis dengan niat yang tidak baik. Selain itu, perusahaan manajemen juga meminta penggemar untuk tidak berkumpul dan berbagi informasi pribadi tentang anggota grup.
Hal ini dicanangkan setelah ada sekelompok penggemar memasang perangkat GPS di atas kendaraan grup musik dan mengikuti langkah mereka selama kunjungan ke Paris.
Dilansir melalui Big Hit Music, pada bulan Agustus, Cortis memulai debutnya di industri musik K-Pop dengan merilis dua mini-album yang sangat sukses. Album pertama mencapai kesuksesan dengan menjual lebih dari satu juta kopi, sementara album kedua mencetak rekor dengan menjual 2,5 juta kopi.
Sejak itu, grup musik ini telah meraup lebih dari 800 juta kali diputar pada platform musik Spotify dan berhasil mencetak rekor enam minggu berturut-turut di tangga lagu Billboard 200 dengan EP kedua.
Label Cortis juga memastikan bahwa mereka akan mengambil tindakan hukum jika diperlukan untuk melindungi anggota grup dari tindakan-tindakan yang tidak pantas ini.
Selain itu, perusahaan juga menegaskan pentingnya privasi artis dan masyarakat dalam menghormati hak mereka. Mengingat betapa seringnya berita-berita berbau stalking dan privasi ini terjadi, kita mesti lebih siap dalam mencegah dan mengatasi masalah ini untuk mencapai keamanan dan kenyamanan.
Badai kontroversi melanda industri hiburan K-Pop setelah beberapa penggemar berinisial Cortis dituding melakukan aktivitas stalking terhadap anggota boy group.