counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Petugas Pemadam Kebakaran Kena Potong Gaji Gara-Gara Side-Hustle 'Nggak Biasa'?

12 Oktober 2025
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Petugas Pemadam Kebakaran Kena Potong Gaji Gara-Gara Side-Hustle 'Nggak Biasa'?

Seorang petugas pemadam kebakaran di Jepang jadi perbincangan karena hobinya yang dianggap biasa aja sama banyak orang, tapi nggak buat atasannya.

Jadi, ada seorang sersan (namanya dirahasiakan) dari dinas pemadam kebakaran Wakayama, Jepang, punya 'kehidupan ganda'. Siang jadi petugas pemadam, malemnya jadi streamer game multiplayer.

Dia mulai jadi content creator di 2020 dan udah punya lebih dari 15.000 subscriber cuma dalam setahun! Kabarnya, dia bisa dapet sekitar 1 juta Yen (sekitar 100 jutaan Rupiah) dari hobinya ini.

Tapi, ada yang ngadu ke pihak berwenang soal hobi 'kekinian' si petugas ini. Mereka nganggep ini ngelanggar aturan tim. Tim investigasi dibentuk buat nyelidikin kebenarannya. Mereka nontonin 314 video tanpa wajahnya buat mastiin dari suaranya, beneran si petugas pemadam ini yang ngejalanin akunnya.

Setelah dikonfirmasi langsung ke orangnya, eh beneran! Alhasil, gajinya di bulan Januari 2021 dipotong 10%. Tapi, si petugas ini malah minta maaf dan ngerasa bersalah.

Aku sadar kalo punya pekerjaan sampingan itu nggak bener.

— Petugas Pemadam Kebakaran

Menurut Hidetaka Amano, pejabat kota, si petugas ini udah "nghianatin kepercayaan warga Wakayama" karena ngejalanin akun YouTube-nya.

Masalahnya dia dapet duit dari iklan, dan beberapa iklannya mungkin nggak pantes.

— Hidetaka Amano

Intinya, nge-monetize channel YouTube-nya itu ngelanggar Undang-Undang Layanan Publik Daerah Jepang. Aturan ini bilang, pegawai negeri nggak boleh punya pekerjaan sampingan, termasuk petugas pemadam kebakaran. Amano juga bilang sebenernya mereka "nggak nganggep nge-YouTube itu hal yang buruk". Tapi, ya tetep aja aturan harus ditegakkan.

Ringkasan

Sampai-sampai disuruh minta maaf, guys!

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru